Building
home
fb icon
 

Spiros Zodhiates

KRISTUS BANGKIT SUPAYA KITA TIDAK MENJADI
SASARAN KEMATIAN

 

“Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia; kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah.” [1 Korintus 15:51].

Ketika Yesus Kristus datang kembali ke bumi pada kali kedua, akan ada dua kelas manusia disini: yang masih hidup dan yang sudah mati. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata “kita tidak akan mati (teks aslinya,”tidur”, lihat artikel Dr. Zodhiates edisi Januari-Februari’89 Red) semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah.” Tentu saja kata tidur itu menandakan kematian fisikal. Dan meskipun Paulus terutama berbicara mengenai orang percaya, sebagaimana diungkapkan dengan kata “kita”, namun pernyataan ini juga dapat dikenakan kepada seluruh umat manusia. Tidak semua manusia akan mati, sebelum kedatangan Kristus kali kedua.
Apa kemudian yang akan terjadi pada orang yang masih hidup dan yang telah mati? Paulus mengatakan kepada kita dalam 1 Teselonika 4:16 dan 17:”...mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan .” Meskipun sepanjang pasal ini Paulus hanya membicarakan mengenai kebangkitan orang-orang percaya, bahkan dalam hal masa yang akan datang.

 

NEWS UPDATE:
PEMELUK AGAMA KRISTEN
DI TIMUR TENGAH MENURUN DRASTIS

Laporan dari Pew Research Center mengungkapkan bahwa pemeluk agama Kristen di Timur Tengah mengalami penurunan drastis. Beberapa penyebabnya antara lain, kemunculan Islamic State Iraq and Syria ISIS), perang saudara di Suriah, konflik di Libya, Afrika Utara serta peningkatan gelombang anti-Kristen di Iran, dan Turki.     Baca Selanjutnya

MUTIARA IMAN:
JANGAN TETAP BERNYALI TIKUS

Tema tentang kebaikan Allah tidak pernah habis kita gali, karena kebaikan Allah takmungkin dapat dihitung dan tak ternilai besarnya. Baik orang mempercayai atau tidak akan kasihNya, kasihNya tak berubah dan tetap bernilai.

Cerita lama dari India menceritakan tentang tikus yang ketakutan karena melihat seekor kucing. Itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing. Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia dicekam rasa takut karena melihat anjing. Maka segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing. Setelah jadi anjing, lagi-lagi ia takut ketika bertemu dengan macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan. Tetapi ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, “Akan saya ubah kamu jadi tikus lagi, sebab, sekalipun badanmu macan, nyalimu masih tetap nyali tikus.”

Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diubah menjadi manusia baru. Hanya sayang, kita seperti cerita klasik tersebut. Kita mengaku sudah menjadi manusia baru, tapi “nyali” kita tidak baru. Daripada mengijinkan Kristus menguasai kehidupan kita, kita lebih mengijinkan ketakutan yang menguasai kita. Bukan iman, tapi rasa kuatir. Bukan keberanian, tapi rasa cemas. Tak heran sukacita kita padam. Tak ada senyum. Tak ada keceriaan. Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terungkap dari hidup kita.

Jadi, kita tidak perlu menjadi apa atau siapa. Yang terutama kita harus menjadi orang percaya yang mempercayakan segala sesuatu dalam hidup kita termasuk permasalahan kita kepada Yesus. Inilah saatnya kita membuktikan dan mengalami pertolonganNya seperti yang telah dialami, dinikmati dan disaksikan banyak orang.

Dalam Nehemia 9:19  dikatakan “Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui.” (Yanrus)

(http://giajemursarisurabaya.blogspot.com/2010/08/macan-dengan-nyali-tikus.html

© Berita Hidup, Po Box 247 Solo 57102

amg                                                              Yayasan Berita Hidup