home
fb icon

MUTIARA IMAN

PEMBELAJARAN MELALUI PADANG GURUN PENANTIAN

“Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!” (Yes 30:18).

Lihatlah betapa luar biasanya kasih Tuhan pada kita. Adalah kerinduan Tuhan untuk menunjukkan kasihNya pada kita. Untuk bangkit menyayangi kita. Tuhan rindu untuk memberkati kita. Tidakkah ini luar biasa? Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah senang melihat kita didera penderitaan. Kalaupun Tuhan terkadang mengijinkan kita untuk mengalami persoalan, itu semata-mata untuk membuat kita sadar bahwa sebagai manusia kita tidak akan berdaya jika hanya bergantung pada kekuatan diri kita sendiri saja. Tuhan ingin mengajar kita untuk mau bergantung kepadaNya, sehingga Tuhan bisa menunjukkan kasih sayangNya pada kita.

Ada kalanya kita diijinkan Tuhan memasuki padang gurun agar kita bisa belajar untuk benar-benar bergantung pada Tuhan. “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.” (Ulangan 8:2-3).

Dia tengah menanti-nanti untuk menunjukkan kasihNya. Percayalah sepenuhnya kepada janji Tuhan dan jangan pernah putus pengharapan! Tuhan adalah Allah yang adil, maka berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia. Adalah suatu kerinduan Tuhan untuk menyatakan kasih dan sayangNya kepada kita

Jangan biarkan diri kita diprovokasi persoalan dan beban kehidupan. Yang berhak dan pantas serta punya kewenangan untuk mengendalikan hidup kita adalah Allah sumber damai sejahtera yang kita agungkan dalam Kristus. Dan kita bersyukur untuk hal itu. Tuhan ingin mengajarkan kita untuk mau bergantung kepadaNya, sehingga Tuhan bisa menunjukkan kasih dan sayangNya pada kita. Percayalah sepenuhnya kepada janji Tuhan dan jangan pernah putus pengharapan. (Soerjan).

 

 

 

amg                                                             Yayasan Berita Hidup