home
fb icon

MUTIARA IMAN

MEMPERCAYAI ALLAH YANG TIDAK KELIHATAN

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”. (Mat. 6:6).

Allah yang tidak kelihatan bisa melihat segala sesuatu, baik yang kelihatan atau tidak. Segala sesuatu baik yang kelihatan atau tidak kelihatan oleh manusia, bisa dilihat Allah.  Org yang berada di tempat tersembunyi/persembunyian tidak bisa melihat sesuatu yang terjadi di luar dunianya. Dalam kenyataan, ada keterbatasan orang untuk melihat hal-hal yg tidak kelihatan. Demikian juga dalam kehidupan rohani, orang sering mengalami hal tersebut, yakni ketidakmampuan utk melihat hal yang tidak kelihatan.

Ada kesulitan yg menghalangi orang untuk melihat sesuatu yg tidak kelihatan. Terlebih di masa kini dimana segala sesuatu dipertimbangkan dan dinilai berdasarkan panca indera yang dipadukan dengan logika.

Apa yang diperlukan untuk mempercayai yang tidak kelihatan?
Iman, Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal."

Utk mempercayai yang tidak kelihatan diperlukan hati yang mendengar. Demikian pula, untuk mempercayai yang tidak kelihatan diperlukan kesabaran. Kepercayaan kitalah yang menggerakkan Allah untuk mengentaskan kita dari kemelut demi kemelut.

Yakobus 1:2 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.” Gagasan dalam ayat ini merupakan gagasan paradox, atau kontradiksi yg ironis bagi orang banyak jika dinilai dari indera dan logika. Namun bagi Tuhan gagasan ini tidak paradoksal.

Ujian Hidup:

Kecenderungan banyak orang adalah meninggalkan permasalahan dengan cara meninggalkan Allah yang tidak kelihatan yang seharusnya menjadi tempat mencari perolongan. Kebosanan, rasa jemu dan rasa jenuh untuk berdoa menjadikan orang lebih suka mencari jalannya sendiri.

Tidak dipungkiri bahwa ujian hidup menjadikan orang begitu lama menanggung rasa sakit, rasa malu dan kesrakat. Ada ujian hidup yg seolah berlomba dengan iman, mana yang lebih betah dan kerasan seolah-olah tak kunjung berakhir.

Sebaliknya, Kelimpahan juga merupakan ujian hidup: Saat ada banyak harta, untuk apa memanjatkan doa Bapa kami untuk minta rejeki dan makanan setiap hari. Utk apa berdoa. Kalo perlu swalayan dibeli.

Ada kesulitan yg menghalangi orang untuk melihat sesuatu yg tidak kelihatan. Saat dalam kelimpahan, untuk apa berdoa apabila sedang sakit. Utk apa berdoa, kalo perlu rumah sakitnya nya dibeli. Kelemahan fisik, kekuatan fisik sebenarnya sama-sama merupakan ujian hidup.

Apa yang Anda pikirkan saat bangun pagi pada hari Minggu? Melanjutkan tidur, melanjutkan pekerjaan/tugas rumah/tangga, merencanakan rekreasi keluarga, pergi ke gereja, atau pergi ke gereja sambil melanjutkan tidur di gereja? Jawaban2 atas pertanyaan ini berkaitan erat dengan bagaimana kita menempatkan kepercayaan kita kepada Allah yang tidak kelihatan.

Mempercayai Bahwa Segala Sesuatu Dilihat Allah Yg Tidak Kelihatan

Ketika Allah memungut dan menggenggam kita, maka Ia tidak menilai kita dari hal-hal yang dinilai orang atas kita. Namun, Ia menilai kita menurut pertimbanganNya, bahwa kita sangat bernilai dan berharga bagi Dia. Jadi, kalau menurut Dia kita sangat berharga, apa yang kita takutkan?

Yang tua tidak perlu menyesali masa lalu, yang muda tidak perlu mencemaskan masa depan. Begitu kita berada di tangan Allah kita akan diperlakukan setimpal dengan nilai kita, bukan sesuai penampilan kita, baik yang kita lihat atau yang orang lain lihat atas diri kita.

Mungkin selama hidup tidak ada damai sejahtera, selamanya akan begitu, suka tidak suka, mau tidak mau, itulah yg terjadi. Tekanan hidup bisa terjadi saat seseoang menginjak usia balita, berlanjut usia anak-anak, usia remaja berlanjut usia dewasa dan seterusnya. Selama hidup bisa saja orang mengalami kelemahan tubuh, kekurangan, masalah rumah tangga, dll. Tapil kehidupan harus berjalan terus. Kita berharap bahwa ungkapan kehidupan harus berjalan terus ini bermakna positif. Artinya, kehidupan yang diwarnai berbagai beban berat ini tidak lepas dari perhatian Allah yang tidak pernah mengalihkan kepedulianNya sepanjang hidup kita.

Kalau dikatakan bahwa Allah itu tidak kelihatan atau tersembuny, bukan berarti Ia tidak berkarya atau tidak melakukan apa-apa saat kita mengalami pergumulan. Masalah yang begitu besar tidak berarti tidak dapat teratasi. Ada masalah kecil yang menjadikan orang hilang kepercayaan kepada Allah yang tidak kelihatan. Sebaliknya, ada masalah yang besar justru menjadikan orang makin kuat dalam ketergantungan kepada Allah yang tidak kelihatan. Satu-satunya cara untuk menikmati sepanjang jalan kehidupan yang penuh ujian hidup adalah dengan mempercayakan perjalanan tersebut bersama Allah yang tidak kelihatan yang selalu kita lihat dalam diri Kristus. (Soerjan)

 

 

 

amg                                                             Yayasan Berita Hidup