home
fb icon

MUTIARA IMAN

IA PEDULI PERKARA KITA

Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! (Maz 32:1)


Ini adalah ungkapan pengalaman Daud saat menikmati pengampunan atas dosanya. Nampaknya ada hubungan erat antara pengampunan dan kebahagiaan dan berkat.

Pengampunan dari Bapa melalui PuteraNya.

Sebagai umat yang percaya kepada Bapa di Sorga melalui Kristus, kita juga telah mengalami pengampunan Allah melalui Kristus. Hal besar, tak terukur, tak tertandingi adalah ketika Bapa mengutus AnakNya yang tunggal untuk menjadi Juru Selamat manusia, dengan cara mengorbankan PuteraNya. Hal ini bemakna bahwa karena Bapa tak berat hati memberikan hal yang besar dan berharga kepada kita maka pasti Ia juga akan memenuhi apapun yang kita mohonkan kepadaNya melalui doa kita. Allah telah melakukan perkara besar atas dosa-dosa masa lalu kita. Dia juga tidak akan meremehkan masalah-masalah kecil dalam kehidupan umatNya. Dengan demikian, pengampunan seharusnya membuahkan kebahagiaan.

Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? (Lu 5:23).  Ayat ini bermakna bahwa  orang tidak mungkin bangun dan berjalan tanpa terlebih dahulu diampuni dosanya. Jadi bagi kita yang sudah diampuni dosanya kita mempunyai kesempatan besar untuk bangun dan berjalan, untuk melanjutkan hidup kita yang baru. Memang saat menjalani kehidupan yang baru kita akan diperhadapkan banyak hal termasuk kesulitan hidup. Tapi jika kita sudah sampai pada fase ini, kita harus kembali mengingat hal ini  ‘Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!’  Ada hak untuk memohon, diberikan kepada mereka yang dosanya sudah diampuni. Artinya, ada hak untuk ‘berbahagialah’ bagi orang yang dosanya sudah diampuni, melalui iman kepada Yesus Kristus. Sebaliknya, bagi yang dosanya belum diampuni, satu-satunya hak yang ia punyai adalah hak untuk terlebih dahulu minta ampun.GBU.

-Soerjan

 

 

amg                                                             Yayasan Berita Hidup