home
fb icon

MUTIARA IMAN

ADA TIDAKNYA SUKACITA

Akibat mengusir roh pengganggu yang merepotkan, Paulus dan Silas diseret ke pasar untuk menghadap penguasa, dituduh mengacau kota, didakwa untuk sesuatu yang tidak mereka lakukan. Berkali-kali mereka didera. Mereka dilemparkan ke dalam penjara dengan penjagaan super ketat, Kaki mereka dibelenggu dalam pasungan yang kuat. Bilur-bilur ada di sekujur tubuh mereka. Tetapi mereka malah berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Situasi pahit tidak merampas sukacita di hati mereka.

Situasi ini sangat berkebalikan dengan yang terjadi pada diri kepala penjara. Dia seoarang yang berkuasa. Dia memegang kuasa dan memegang pedang. Tetapi ia menghunus pedangnya hendak mencelakakan dirinya, hendak membunuh dirinya. Kecemasan dan kekalutan menghinggapi hatinya.

Jadi, ada tidaknya sukacita itu bukan ditentukan oleh ada tidaknya kepedihan, melainkan sejauh mana kita menyadari kehadiran Kristus dalam hati kita.

-Rev. Paul Jenk

 

 

amg                                                             Yayasan Berita Hidup