home
fb icon

MIMBAR KONSELING

TEKANAN

“Saya dan ibunya sudah putus asa dengan Rayon”, kata ayah Rayon kepada penyuluhnya. Rayon telah tiga puluh tiga tahun dan mempunyai problem “stress” yang diramalkan oleh psikiater/dokternya. Selama dua puluh tahun Rayon dianggap aneh oleh teman-teman serta keluarganya sendiri. Dia sering marah dan mengamuk. Orang tuanya tidak dapat mengendalikan emosinya sehingga Rayon dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa beberapa kali. Psikiaternya memakai alat “shock” empat belas kali selama Rayon di bawah pertolongannya. Kata dokter psikiater, “shock” dapat mengurangi kegiatan mengamuk dan berbuat aneh-aneh. Di samping cara pengobatan ini, spikiater memberi bermacam-macam pil untuk diminum setiap hari. Rayon mulai minum pil sejak dia delapan belas tahun, sehingga makin tua dosisnya bertambah kuat.
Nah, Rayon adalah anak pertama dalam keluarganya. Dia mempunyai tiga adik yang susah berkeluarga dan sukses dalam hidup mereka masing-masing. Seringkali Rayon mengakui bahwa dia merasa iri karena adik-adiknya berbahagia, tetapi dia pun belum pernah berpacaran. Lagi pula, ada rasa benci yag terpendam dalam hatinya terhadap orang tua sebab mereka kerap kali menyerahkan dia ke dalam rumah sakit jiwa itu. Walaupun Rayon mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, dia marah kepadaNya sebab dia tidak punya talenta seperti orang lain untuk tamat universitas atau bekerja seperti biasa. Selama sepuluh tahun dia coba menyelesaikan kewajiban dalam studinya tetapi selalu gagal karena sakit  penyakit yang menyebabkan dia lelah dan malas. Tiap kali dia gagal, baik dalam lingkungan sosial maupun pendidikan, dia selalu lari dan bersandar kepada ayahnya yang selalu berpikir buat dia dan memberi nasihat untuk langkah berikutnya.
Sebagai penyuluh/konselor bagaimana menolong saudara Rayon dengan penyuluhan secara alkitabiah?

  1. Informasi apakah yang penting digali?
  2. Apakah sebenarnya akar problemanya?
  3. Pengharapan apakah yang dapat saudara berikan kepada saudara Rayon?
  4. Ayat-ayat manakah yang dapat dipakai sebagai jalan keluar bagi dia untuk mengatasi problemanya?
  5. Apakah yang harus ditanggalkan/dikenakan?
  6. Tindak lanjut apakah yang dapat menjadi pedoman untuknya agar dia dapat mulai mengatasi problema secara alkitabiah?

Beberapa  petunjuk penyuluhan secara alkitabiah dapat dipergunakan dalam kasus ini:

  1. Menggali informasi

Apakah artinya “stress” di dalam pikiran Rayon, orang tuanya dan psikiater? Apakah yang menyebabkan “stress” di dalam kehidupan Rayon? Bagaimanakah caranya rayon mengandalkan “stress”nya pada waktu menghadapi keadaan itu? Apakah Rayon sendiri bertanggungjawab atas keadaan “stress” yang mendatanginya ataukah Rayon bersandar kepada orang lain?

  1. Akar persoalan

Persoalan yang terlihat kadang-kadang bukan akar persoalan. Penyuluh alkitabiah benar menduga bahwa akar persoalan kemungkinan besar adalah dosa yang diperbuat dalam hati orang yang disuluh terhadap orang lain atau terhadap Allah. Akar persoalan Rayon ialah dosa terhadap Allah dan sesama manusia. Iri hati, kebencian, dan kemarahan.
 

  1. Pengharapan

Semua orang menghadapi “stress” dalam kehidupan sehari-hari (2 Korintus 10:13). Tetapi yang terpenting ialah bagaimana Rayon mengandalkan “stress” yang mendatanginya. Pengharapan buat Rayon didasarkan pada Firman Tuhan yang menerangkan dosanya dan bagaimana menghayati Firman Tuhan sesuai dengan problemanya.

  1. Ayat-ayat yang dapat dipakai sebagai jalan keluar ialah

1 Korintus 2: 10-16; 1 Timotius 6: 3-5; 2 Timotius 3: 15; Mazmur 1:1-6; Yeremia 17:5-10 9sumber nasihat). Yohanes 17:15-31 (Allah adalah penolong kita). Efesus 4:17-32; Mazmur 32:3-55; 38:1-32, Yehezkiel 18:19-20; Matius 5:23-24; 7:1-5; Yohanes 1:9; Roma 12:17-22; Yokobus 3:13-18; 4:1-10; Galatia 5 (dosa-dosa yang nyata atau yang tersembunyi).

  1. Yang harus ditanggalkan/kenakan:

Ditanggalkan: Sumber nasihat yang dicari di luar fondasi Firman Tuhan, iri hari, kebencian, dan kemarahan. Juga pil-pil dikurangi sampai tidak harus bersandar padanya lagi.
Dikenakan: buah-buah Roh Kudus; kepuasan di dalam keadaan yang diberi oleh Tuhan; mencari sumber nasihat di dalam Firman Tuhan.

  1. Tindak Lanjutnya

Membaca Firman Tuhan serta minta Roh Kudus menyatakan kebahayaan tentang meminta nasihat dari sumber yang bertentangan dengan Firman Tuhan (1 Korintus 2:10-16; 2 Timotius 3:15; Mazmur 1; 1-6; 1 Timotius 6: 3-5)
Menghadap Tuhan dan mohon ampun kepadaNya tentang hati yang berdosa.
Mengadap sesama manusia, yaitu adik-adik, orang tua dan jika perlu kepada teman-teman lain dan minta maaf karena perbuatan dosa marah membenci dan iri hati terhadap mereka. Terangkanlah dengan jelas hati saudara Rayon kepada orang yang berkepentingan agar mereka mengerti maksud saudara. Jangan sekali-kali mengatakan “jikalau saya salah”. Saudara sudah tahu kesalahan saudara terhadap saudaramu. Jelaskan dan sebutkanlah kesalahan saudara terhadap saudaramu. Jelaskanlah dan sebutkanlah kesalahan sadara terhadap saudaramu agar dia dapat mengerti dan supaya persoalan ini beres betul.
Minta mereka memaafkan saudara agar persoalan/dosa itu tidak diungkit-ungkit lagi.
Minta pil-pil dikurangi sampai tidak harus minum lagi melainkan bersandar pada Tuhan.
Setiap hari mengadakan waktu teduh untuk membaca Firman Tuhan dan berdoa.
Hayatilah Firman Tuhan yang dapat mencegah saudara jatuh dalam dosa lagi. (Connie Gulleson)

 

 

amg                                                             Yayasan Berita Hidup