amg
home
fb icon
tweetlogo

MENEMPATKAN TUHAN PADA TEMPATNYA.

Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lu 24:48-49)

Tempat Tuhan itu di tempat yang Tinggi. Disanalah kekuasaanNya bersemayam.
Dari sanalah  kuasa yang diberikan kepada kita berasal.

Seorang saksi Kristus adalah orang yg Menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Fil  1:21)  Para milik Tuhan adalah orang yang mengandalkan kuasa Tuhan di setiap waktu di setiap keadaan Kesaksian Paulus dan Silas saat berada di penjara  telah menjadi kesaksian yang efektif. Itulah kesaksian para milik Tuhan.

Kedamaian & ketenangan, komoditas (barang dagangan) yang mahal dan langka. Undanglah dan hadirkan Tuhan dalam setiap situasi yang ada..Kehilangan terbesar adalah ketika kita kehilangan hadiratNya
Banyak hal terselesaikan ketika kita minta pimpinan Tuhan. Berkepala dingin, membuang jauh-jauh gengsi, taat aturan. Hadirat Tuhan menjauhkan kita dari hal-hal itu. Kita dapat datang dengan berani ke hadapan Allah dan tidak perlu janjian terlebih dahulu. Janganlah kita ragu-ragu, tetapi datanglah dengan berani ke hadapan Allah dengan kebutuhan-kebutuhan kita.

Kita serius ketika berurusan dengan masyarakat.  Karena kita adalah anak-anak Tuhan.  Melakukan hal kecil untuk Tuhan bukanlah syarat untuk masuk ke dalam kerajaan Allah, tetapi pelayanan itu menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari kerajaan Allah. Kristus membasuh kaki para murid-Nya dan memberikan diri-Nya bagi kita. Saat kita sebagai orang Kristen melayani dengan rendah hati melakukan pekerjaan bersih-bersih dan mengutamakan orang lain kita menjadi tangan dan kaki Kristus.

Saat kita melayani, kita menjadi lebih mudah fokus pada Ia yang memanggil kita. Ketika kita melayani, kita mengundang Roh Kudus memakai kita untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kerajaan Allah.  

Seperti Samuel, kita tidak sempurna. Banyak kelemahan kita yang bisa menjatuhkan kita atau merusak kesaksian kita akan Tuhan. Akan tetapi, anugerah dan penyertaan-Nya akan memampukan kita menjalani hidup dan pelayanan kita dengan gemilang di hadapan Tuhan dan menjadi teladan bagi sesama.
Dengar perkataan Tuhan bukan omongan orang, apalagi omongan setan.

Mintalah pelayanan kepada Tuhan. Mintalah kepada Tuhan sesuatu untuk dikerjakan
“Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” (Yoh 16:24)

Bagi seorang penulis, tidak ada yang lebih menakutkan daripada sebuah halaman kosong.  Bagi anak-anak Tuhan, tidak ada hal yang bisa dikerjakan untuk BapaNya adalah hal yang seharusnya menakutkan.
Undanglah dan hadirkan Tuhan dalam dalam pelayanan kita.

“Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.” (Hag 1:9).

Bagaimanapun, rumah adalah tempat kita berteduh dalam kenyamanan. Rumah menyimbulkan kebanggaan dan berkumpulnya keluarga kita. Namun janganlah kenyamanan, kebanggaan dan orang-orang terkasih justru menjadi penghalang bagi kita untuk memikirkan urusan rumah Tuhan yang membutuhkan keterlibatan kita demi tetap tegaknya rumahNya itu. Di sanalah kita memperoleh berkatNya untuk kita bawa pulang ke rumah kita sendiri.

                                                                  
Profil Majalah Berita Mimbar
BERITA HIDUP PO BOX 247 SOLO 57102